Aku gak pernah tau, sejak kapan aku mulai tau kalo
aku ada rasa sama kamu.
Aku gak pernah tau, mulai darimanakah aku bisa
sepeduli ini sama kamu.
Aku gak pernah tau, gimana caranya aku bisa
sekhawatir ini sama kamu.
Aku gak pernah tau, apa yang jadi landasan buat aku
mengibaratkan semua rasa aku ke kamu waktu itu supaya kamu ngerti.
Aku gak pernah tau, dimana awalnya aku selalu natap
kamu dengan tatapan yang beda.
Aku gak pernah tau, siapa yang punya rasa ini
duluan, apa itu kamu atau aku.
Aku gak pernah tau, kenapa aku ditakdirkan untuk ada
di posisi ini.
Tapi yang aku tau, sejak aku sadar kalo ngerasain
rasa ini itu namanya ‘suka’.
Yang aku tau, mulai dari sebuah kalimat sesederhana “greet
bang” itu namanya ‘care’.
Yang aku tau, cara untuk gimana aku harus ngedorong
kamu supaya kamu gak masuk ke hal yang salah, itu namanya ‘aku sebagai motivasi’.
Yang aku tau, dimana ada kata ‘mengibaratkan’ pasti
saat itu pula ada ‘mengutarakan rasa itu’.
Yang aku tau, disaat aku natap kamu itu ada yang
namanya ‘sayang’.
Yang aku tau, saat aku punya rasa itu, kamu pun juga
ngerasain rasa yang aku namai ‘jatuh cinta lagi’.
Dan yang aku tau juga, aku ditakdirkan hidup untuk
berharap menjadi tulang rusuk kamu yang hilang.
Andai memang aku ini sebagian dari tubuhmu, aku rela
menjadi bagian apapun dari tubuhmu.
Andai memang aku ini separuh jiwamu, aku rela dengan
cara apapun untuk menghidupkan jiwamu yang mungkin dulu sempat gelap.
Andai memang aku ini pemilik ragamu, aku rela
menjaga ragamu mau itu dari dekat atau sekalipun dari jauh.
Andai memang aku ini jodohmu, aku akan selalu setia
menemanimu kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun, dan dengan bagaimanapun
caranya, asalkan itu sama kamu.
Andai memang aku ini jodohmu, aku akan selalu
menyukai setiap tingkah lakumu yang selalu membuatku tergelak.
Andai memang aku ini jodohmu, aku akan selalu
menyayangi setiap lekukan wajahmu, tubuhmu, dan segala yang kamu miliki.
Dan andai memang aku ini jodohmu, aku akan selalu
mencintai seluruhnya yang ada di dirimu, dihidupmu, mau itu dari luar dirimu
dan hidupmu, ataupun itu dari dalam dirimu dan hidupmu.
Intinya, aku akan selalu berada di sisimu, menyukai
kekurangan dan kelebihanmu, menyayangi segalanya di dirimu, dan mencintai jiwa
dan ragamu.
Hingga akhirnya jika kamu yang harus duluan pergi
tuk selamanya, aku akan berlutut di depan nisanmu dan berkata, “hingga detik
ini dan selamanya aku mencintaimu”.
Dan juga sebaliknya, jika aku yang harus tertidur
untuk selamanya di bawah tanah duluan, aku ingin kamu berlutut di depan nisanku
seperti dulu kamu berlutut meminta maaf di hadapanku, memeluk nisanku bagaikan
kamu memeluk tubuhku dengan erat, dan berkata “hingga nafasku berakhir nanti,
aku tetap mencintaimu walaupun aku harus melanjutkan hidup tanpa kamu”.
Kamu pernah bilang suatu hal yang paling menyentuh
seluruh organ tubuh aku. “Andai aja ya kamu bisa tau siapa orang yang mencintai
kamu setulus hati orang itu. Dan betapa besar rasa cinta seseorang itu ke kamu.
Seseorang itu pasti aku. Kamu gak tau kan betapa besarnya rasa cinta dan sayang
aku ke kamu. Kamu tau? Kamu, akan selalu jadi tulang rusuk aku, akan selalu ngejagain
kamu semampu aku walau harus berkorban nyawa, akan selalu coba jadi yang
terbaik buat kamu sampe aku tidur untuk selamanya dan dibalur kain kafan dan cuma
bisa ngeliat kamu dari kejauhan dari dunia yang berbeda, walau harus ngeliat
kamu bahagia sama orang lain, aku ikhlas. Kamu tau kenapa aku ikhlas ngeliat
kamu bahagia sama orang lain? Karna kalau kamu bahagia, aku ikut bahagia walau
gak bisa meluk kamu lagi. Andai aja ya kamu bisa tau siapa orang yang mencintai
kamu setulus hati orang itu. Dan betapa besar rasa cinta seseorang itu ke kamu.
Seseorang itu pasti aku. Kamu gak tau kan betapa besarnya rasa cinta dan sayang
aku ke kamu. Kamu jangan pernah ya nganggep diri kamu itu gagal ngebahagiain
aku. Karna kalo kamu ngomong gitu, sama aja kamu nyakitin aku, nyakitin hati
aku. Karna kamu udah jadi sebagian dari hati aku. Untuk detik ini, hari ini,
esok, lusa, dan selamanya, aku cinta kamu. Hati, jiwa, dan ragaku ini milikmu
seutuhnya.”
Saat kamu ngomong itu, hati aku nyeri, jantung aku
berdetak seperti mau perang, darah aku mengalir lebih cepat. Entah darimana
kata-kata itu kamu keluarin dari mulut kamu. Tapi aku tau, semua kata-kata itu
munculnya dari hati kamu.
Jangankan kamu itu sebagian dari hati aku, kamu udah
jadi sebagian dari hidup aku, sebagian dari jiwa aku, sebagian dari nafasku. Jadi
kalau kamu enggak ada, aku? Gak bisa hidup.
Tuhan, terima kasih Engkau sudah mengirimkan
seseorang sepertinya. Orang yang mampu membuat hidupku merasa lebih berarti
dari sebelumnya. Orang yang mampu membuatku tersenyum.
Tak ada kata yang mampu aku ucapkan selain kata
sederhana ini, aku mencintaimu..
Kelen beudz;D
ReplyDeleteDafuq,bagus banget iniii sumpah keren aslii sukses bikin netess jugaaa:'D
ReplyDeletealdy: makasih sayangg({})
ReplyDeletekak bebes: ihiiiyy dia nangisss;p makasih yaa kaaak({})