Di
suatu hari yang cerah berbinar. Matahari sudah terlebih dahulu terbit dari ufuk
timur. Memancarkan senyuman yang membuat seluruh alam ini cerah. Membuat
perempuan yang cantik ini terpaksa bangun dari tidurnya, begitu sadar dia belum
menyelesaikan semua tugas-tugas yang harus dia kumpulkan ke guru hari ini. “Ah,
malas sekali rasanya bangun dari tempat tidur ini”, katanya dalam hati. Seolah-olah
berbicara pada bantal, guling, dan kasur yang nyaman. Senyaman pelukan seorang
ibu.
Dia mencari-cari dimana
letak handphone nya. Setelah dia menemukan handphone nya, dia langsung membuka
seluruh pesan BBM yang masuk. Tiba-tiba dia tersenyum lebar, melihat seorang
laki-laki yang dia cintai mengucapkan selamat pagi sekaligus menyisipkan
emoticon pelukan dan ciuman. “Selamat pagi juga, sayangku({}):*” balas
perempuan itu. Dia langsung beranjak dari kasurnya dengan setengah tak rela. Mencari
kacamata merahnya, ikat rambut merahnya, lalu mencepol rambutnya yang keriting
panjang itu. Laki-laki itu belum membalas BBM nya. Segera dia merapikan tempat
tidurnya, mematikan AC yang dinginnya membuat perempuan itu bersin-bersin,
membuka gorden berwarna krem, dan membuka 2 jendela. Sinar matahari spontan
masuk ke dalam kamar. Perlahan kamar itu panas karna sinar matahari.
Dia
buka lagi aplikasi BBM nya, ternyata belum ada juga BBM dari laki-laki ganteng
itu. Selalu. Laki-laki itu selalu terlihat tampan setiap saat. Terlihat manis
senyumannya. Terasa hangat pelukannya. Terasa lembut genggaman tangannya. Dan perempuan
itu setiap harinya selalu makin sayang. Setelah kamarnya sudah rapi, dia
langsung ke lantai bawah. Melihat ada makanan apa yang bisa dia makan. Tidak ada
apa-apa. Yang ada hanya sebungkus roti tawar, satu buah roti coklat, dan
selai-selai yang tertata rapi di rak. Dia mengambil roti coklat. Membuka bungkusannya.
Dan melahap rotinya. Tak lupa dia membuat secangkir teh hangat manis, meminumnya
sedikit demi sedikit. Menikmati hangat dan manisnya teh tersebut.
Setelah
selesai dengan sarapannya, dia mencuci segala peralatan makannya tadi. Langsung
dia bergegas ke lantai atas, membuka aplikasi BBM untuk yang kesekian kalinya. Dan
sampai sekarang belum ada balasannya. “Udah setengah jam lebih belom dibales
juga, kemana sih” dumelnya dalam hati. Perempuan itu bingung mau ngapain,
akhirnya dia memutuskan untuk mengerjakan tugas-tugas yang belum selesai itu. Satu
demi satu tugas dia selesaikan. Sambil sesekali melihat aplikasi BBM nya. Untuk
yang kesekian kalinya, baru laki-laki itu membalas, “hai, mbb tadi tidur
lagi._.”. Ah kalo kayak gini rasa betenya langsung lumer. Perempuan itu emang
gak bisa marah sama laki-laki itu karna masalah sepele. Karna menurut dia,
selagi masalah itu bisa diselesaikan dengan kepala dingin, kenapa harus
dibetein?
Mereka
BBM-an hingga tiba saatnya waktu mendekati jam sekolah. Dan laki-laki itu
bersiap untuk ke sekolah lebih awal dan melakukan sholat Jumat. Memakai seragam
hijau muda dengan bawahannya hijau tua. Perempuan itu datang agak telat. Setelah
bel masuk berbunyi, dia baru datang. Tapi untung saja belum ada guru. Padahal saat
itu pelajarannya guru yang lumayan killer di mata anak-anak. Dia gak mau lagi
kayak waktu itu. Telat dan gak dibolehin masuk ke kelas selama pelajaran
tersebut. Dia udah kapok.
Perempuan
itu duduk dengan sahabat perempuannya. Sedangkan laki-laki itu duduk tepat di
belakang perempuan itu dengan sahabat laki-lakinya. Dari sinilah semua cerita
yang membuat aku sedikit marah dimulai.
Pelajaran
pertama yang kosong yang diajarkan oleh guru killer yang saat itu tidak hadir
dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mengobrol, bermain, sekedar mendengarkan
lagu, dan sebagainya. Perempuan berkacamata, laki-laki berkulit putih, dan para
sahabat-sahabatnya hanya berbincang, bercanda gurau. Entah topik apa yang
dibicarakan, namun terlihat asik saja. Perempuan cantik itu dan laki-laki
ganteng itu sambil bergenggaman tangan. Memang sudah menjadi suatu kebiasaan
mereka. Tapi tiba-tiba ada yang berbeda saat itu. Perempuan itu sedang
iseng-iseng buka-buka buku pelajarannya. Sedangkan sahabat perempuan itu sedang
asik bercanda dengan kekasih perempuan itu. Dalam hati perempuan itu masih bisa
sabar. Masih bisa berpikir jernih. Mereka hanya bercanda biasa, mereka hanya
ngobrol biasa.
Tapi
semakin kesini malah kelakuan sahabat perempuan itu semakin menjadi-jadi. Semakin
membuat dia geram. Sahabatnya itu meminjam BB kekasih dari perempuan itu. Alasannya
untuk mengirim BBM ke pacarnya. Namun mereka sambil bercanda dan sahabat
perempuan itu sok-sok cantik dengan mengibas-ngibas rambutnya. Benar. Dia
sahabat perempuan itu. Namun tetap saja perempuan itu gak suka ngeliatnya. Perempuan
itu hanya bisa diam, menahan rasa cemburu. Dia cuman bisa berpura-pura ketawa,
berpura-pura cuek aja sambil mendengar penjelasan guru IPA. Dia cemburu.
Cemburu berat. Namun dia tutupi.
Bel
pulang sekolah berbunyi. Seperti biasa perempuan ini jalan berdua dengan
kekasihnya. Tapi ada satu yang berbeda. Tiba-tiba laki-laki itu meninggalkan
perempuan ini karna dipanggil dengan sahabat si perempuan. Kata sahabat si
perempuan itu ke laki-laki yang amat sangat tampan setiap harinya, application
world BB nya rusak. Lalu dengan enaknya laki-laki itu berdiri di sebelah
sahabat si perempuan. Tanpa dia ketahui apa rasa hati si perempuan saat ini. Dalam
hati perempuan itu berkata untuk sahabatnya, “perempuan tolol”.
Selama
di perjalanan pulang, perempuan itu hanya bisa diam. Diam menyembunyikan
sesuatu. Tiba-tiba laki-lakinya itu bertanya, “kamu kenapa diem aja?”. “Gapapa”,
jawab perempuan itu dengan kebohongan. Tapi tetap saja laki-laki itu bersikeras
untuk mengetahui apa penyebab perempuan itu sedaritadi diam. Dan perempuan itu
menjawab dengan hati yang masih merasa cemburu dan merasa kesal dengan
sahabatnya itu.
Perempuan
ini emang gak pernah suka ngeliat pacarnya deket-deket sama perempuan lain, apalagi
perempuan itu sahabat si pacarnya sendiri. Bagi dia, perempuan yang deket sama
pacarnya, itu perempuan tolol yang kegatelan. J